ganifx/ October 16, 2017/ Forex Basics/ 0 komentoj

reklamoj

Setelah sesi Asia selesai maka sesi selanjutnya adalah sesi Eropa. Kalau di Asia Jepang bisa dikatakan sebagai kiblat ekonomi di kawasan Asia, maka untuk Eropa negara yang jadi acuan adalah Inggris yang lebih dikenal dengan London marketnya. Secara historis memang London bisa dikatakan sebagai pusat perdagangan Eropa karena letaknya yang sangat strategis dan bisa dikatakan menjadi ibu kota forex mondo. Karena menurut data 30% transaksi forex berlangsung selama market London ini, sehingga bisa dibayangkan berapa penting dan sibuknya selama sesi London ini berlangsung. Dan berikut ini adalah beberapa karakter market London.
1. Karena sebagian besar transaksi forex ( hampir 30 % ) berlangsung selama market London ini, maka fluktuiasi harga bisa dikatakan sangat tinggi selama sesi ini.
2. Karena jumlah besarnya transaksi yang terjadi pada sesi ini , maka bisa dikatakan bahwa sesi juga yang paling volatile, di mana banyak pelaku pasar melakukan transaksi forex.
3. Sesuai karakteristiknya, apa yang dimulai di pasar London biasanya akan berlanjut pada sesi berikutnya ,yaitu pada sesi Amerika.
4. Pada sesi ini akan sangat volatile sewaktu 2 jam setelah pembukaan pasar Eopa buka, dan akan kembali mereda atau turun setelah mendekati sesi Amerika. di mana akan terjadi penurunan transaksi karena terjadi overlaping dengan pasar Amerika dan biasanya juga bertepatan dengan jam istirahat.
5. Kadang kala hal yang paling menarik terjadi adalah sewaktu jam akhir market eropa akan berakhir. Karena pada sesi ini sering terjadi lonjakan harga yang tibatiba karena pada saat yang hampir bersamaan terjadi rilis berita di market Amerika.
6. Mata uang yang sangat volatile pada sesi Eropa atau London ini adalah EUR USD, GBP USD, EUR JPY , GBP JPY.

Gambar pembukaan market Eropa

Kunhavigi ĉi Poŝto

Tinggalkan Balasan