ganifx/ October 29, 2017/ analizas ŝlosilo/ 0 komentoj

reklamoj

Pengertian sederhananya seperti ini, nilai dari tingkat suatu suku bunga atau interest rate membuat perputaran uang pada dunia forex. Dengan kata lain pasar forex bergerak karena reaksi pasar terhadap nilai suku bunga pada setiap mata uang yang diperdagangkan. Suku bunga pada mata uang merupakan salah satu faktor terbesar dalam menentukan nilai patokan harga, termasuk nilai mata uang. mengetahui dan mencari tahu pri bagaimana bank sentral menetapkan kebijakan moneter, seperti menaikan atau menurunkan nilai suku bunga merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui, jika anda merupakan trader yang ingin mengantisipasi pergerakan harga nantinya. Salah satu alasan dari keputusan bank sentral untuk merubah nilai suku bunga adalah melihat stabilitas harga dipasaran atau “inflasi”. Inflasi adalah meningkatnya nilai harga barang dan jasa yang umum dikonsumsi oleh masyarakat secara luas. Inflasi adalah ketika dulu pada tahun pertengahan 1990 harga seliter bensin hanya Rp500- dan sekarang 20 tahun kemudian anda harus membayar 10 kali lipat untuk membeli bensin satu liter. Inflasi adalah ketika anda menggunakan jasa angkutan umum hanya membayar Rp500 ketika tahun awal 2000’an, kaj 10 tahun kemudian anda harus membayar Rp 2000 – Rp 5000 untuk menggunakan jasa yang sama. Secara umum jika inflasi meningkat namun masih dalam level yang tidak terlalu tinggi atau terbilang stabil, maka akan meningkatkan pertumbuhan di sektor perekonomian. Namun, dibalik itu semua tentu ada resiko yang siap dihadapi. Terlalu tinggi tingkat inflasi dapat merugikan perekonomian dan membuat pasar terlihat lesu dan kurangnya daya beli di masyarakat. Sehingga roda perekonomian yang seharusnya lancar akan sedikit terhambat. Maka dari itulah sebabnya bank sentral selalu menjaga dan mengawasi tingkat inflasi yang berhubungan dengan indikator ekonomi seperti Customer Price Index (CPI) dan producer Price Index (PPI). Dalam upaya untuk menjaga inflasi di tingkat yang dianggap aman, bank sentral kemungkinan berencana untuk menaikan acuan suku bunga mereka, dengan tujuan pertumbuhan perekonomian menjadi stabil dan tingkat inflasi akan menurun atau setidaknya bergerak melambat. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena minat konsumen dan bisnis di sektor peminjaman / kredit menurun. Para konsumen pasar lebih memilih menyimpan uang mereka daripada memilih untuk meminjam/kredit dengan harapan mendapatkan bunga yang lebih. Disisi lain, ketika suku bunga menurun, maka konsumen akan lebih cenderung untuk meminjam / kredit (karena nilai bunga yang dibayarkan kepada bank lebih sedikit, persyaratan peminjaman yang lebih mudah), meningkatkan retail dan capital (modal) mereka, sehingga berharap ekonomi mereka naik. Sehingga dari penjelasan sederhana ini kita menjadi tahu kenapa bank sentral suatu negara yang bersangkutan menaikkan ataupun bahkan menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

Gambar table suku bunga tiap negara

Kunhavigi ĉi Poŝto

Tinggalkan Balasan