ganifx/ Oktober 30, 2017/ korelasi/ 0 comments

Advertisements

Seperti sudah sedikit disinggung pada pembahasan sebelumnya , bahwa index saham mempunyai hubungan yang sangat erat dengan mata uang terutama bagi negara yang mempunyai index utama dan mata uang yang sering ditradingkan. Prinsip dasar analisa intermarket dalam pasar keuangan dunia, ada 3 instrument yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu indeks harga saham, harga dan yield bond (bond pemerintah atau bond corporate besar), harga komoditi utama dunia dan pasangan beberapa mata uang utama (terhadap USD maupun yang cross currency)
1. Indeks harga saham digunakan untuk mengetahui arah perputaran uang dalam ekonomi global. Dalam keadaan normal, jika indeks harga saham suatu negara menguat maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat, dan sebaliknya.
2. Harga bond dan yield bond digunakan untuk mengetahui gambaran pergerakan tingkat suku bunga suatu negara.
3. Harga komoditi utama dunia digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat inflasi, tingkat permintaan dan penawaran (demand and supply) pada beberapa negara eksportir utama dan importir utama komoditi dunia. Hubungan antara indeks harga saham dan pasangan mata uang sangatlah erat sekali saling mempengaruhi satu sama lainnya.
Pasar saham adalah acuan utama pasar keuangan, dan indeks harga saham mewakili tingkat harga saham-saham utama (blue chips) suatu negara. Untuk membeli saham suatu negara, kita harus menggunakan mata uang negara tersebut. Untuk melakukan investasi pada saham-saham utama Jepang, investor dari Eropa harus menukarkan mata uang Euro-nya dengan Yen Jepang. Permintaan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik, sebaliknya penjualan mata uang Euro menyebabkan supply-nya meningkat sehingga nilai tukarnya berkurang. Jika prospek pasar saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut hingga memperkuat nilai tukar mata uangnya. Sebaliknya, jika pasar saham memburuk maka para investor akan memindahkan dananya ke negara lain yang prospek pertumbuhannya sedang bagus, sehingga mata uang negara tersebut akan melemah. Sebagai trader di pasar forex, Anda seharusnya juga mengikuti kondisi pasar saham di beberapa negara ekonomi utama dunia. Aliran uang akan terjadi pada negara yang indeks harga sahamnya sedang melemah ke negara yang indeks harga sahamnya sedang menguat. Itulah sebabnya indeks harga saham yang menguat akan diikuti oleh nilai mata uang yang menguat pula, dan sebaliknya. Jika Anda membeli mata uang suatu negara yang prospek pasar sahamnya bagus dan menjual mata uang suatu negara yang kondisi pasar sahamnya sedang memburuk, maka tentu Anda akan dapat meraup keuntungan. Inilah sebagian kecil dari keuntungan yang dapat kita ambil dengan memanfaatkan korelasi intermarket ini di pasar valuta asing.

Gambar contoh hubungan index DAX dan Eur Usd

Share this Post

Tinggalkan Balasan