ganifx/ Juni 9, 2017/ Trend line/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita belajar membuat garis trendline pada sebuah rend naik, maka kesempatan kali ini kita akan membuat trend line pada sebuah kondisi downtrend atau trend sedang turun. Pada bagian sebelumnya kita sudah membahas salah satu ciri trend turun adalah harga membuat titik terendah yang baru atau Lower Low sedangkan saat naik akan membuat Lower High atau biasa kita sebut koreksi. Pada saat naik atau koreksi inilah yang akan kita hubungkan dengan titik lainnya, kondisi terbaik adalah kita bisa menemukan atau menggabungkan minimal dua titik atau lebih banyak lebih baik. Untuk lebih jelasnya kita bisa mengambil contoh pada mata uang AUD USD di bawah ini.

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa trend sekilas adalah turun, kemudian kita mencari bukit atau titik tertinggi dan kita hubungkan dengan garis trend line. Dalam gambar tersebut dapat dilihat bahwa, ada lebih dari dua titik yang dapat kita hubungkan , sehingga terbentuklah sebuah trend turun.
Sebuah garis trend line pada down trend bisa dikatakan semakin valid jika mampu menghubungkan tiga titik puncak atau resistance dalam satu garis miring yang sejajar, dan dari
gambar ini bisa dikatakan trendline kita adalah valid. Dari gambar tersebut juga bisa kita lihat reaksi harga sewaktu menyentuh garis trendline yang kita buat. Untuk trend turun, sewaktu harga naik dan menyentuh garis trendline inilah bisa kita katakan bahwa harga sedang berada di resistance dan saat seperti inilah waktu yang tepat untuk mengambil posisi jual atau sell. Garis trend line selama belum bisa dijebol terutama garis atasnya maka selamanya akan terus valid
artinya garis trendline ini masih bersifat turun sebelum ada harga yang mampu membreak out ke atas garis trend line yang kita buat tadi.

Share this Post

Tinggalkan Balasan