ganifx/ Juni 9, 2017/ Trend line/ 0 comments

Advertisements

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa, garis trend line yang kita buat dapat berfungsi sebagi support dan resistance. Pada sebuah trend naik garis trend line letaknya berada di bawah dan dapat disebut sebagai titik support, sedangkan garis trend line pada sebuah trend turun bisa disebut sebagai titik resistance. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah ” Sampai kapan garis trend line yang kita buat bisa dikatakan valid atau masih valid ? “.
Garis trend line yang kita buat pada sebuah trend naik, masih akan bersifat valid apabila belum ada harga yang mampu membreak out garis tadi ke bawah dalam hal ini support belum bisa dijebol berapapun waktunya. Dan trend line yang kita buat pada sebuah trend turun masih akan bersifat valid apabila belum ada harga yang mampu membreak out garis tadi ke atas, dalam hal ini resistance yang kita buat belum bisa dijebol.
Lantas bagaimana jika garis trend line yang kita buat tadi ternyata bisa dijebol atau ditembus?, dalam berbagai teori banyak disebut bahwa batas toleransi dari sebuah kondisi break out adalah 5% dari harga , namun pendapat ini juga sangat subjektif. dan apabila harga memang benar -benar bisa menjebol garis trendline yang kita buat tadi maka garis trendline kita tadi sudah tidak valid dan perlu digambar ulang. Sebagai contoh, misalnya kita membuat garis trend line pada sebuah trend naik, ternyata support pada garis trendlie bisa ditembus kebawah sangat jauh, dalam hal ini kita harus menghapus trend line kita dan mengganti dengan menggambar trend line baru yang bersifat turun karena bisa jadi trend telah berubah atau terjadi reversal. Begitu juga sebaliknya jika trendline kita pada sebuah trend turun dijebol atau mampu ditembus berarti resistance kita berhasil dibreak out, berarti kita harus membuat tren line baru karena bisa jadi trend telah berubah.

Gambar resistance yang terbreak out

 

Share this Post

Tinggalkan Balasan