ganifx/ Juni 9, 2017/ Trend line/ 0 comments

Advertisements

Pada bagian awal sudah dijelaskan bahwa untuk membuat sebuah trendline, pertama – tama trend yang sedang terjadi haruslah sudah jelas. Sebuah trendline pada sebuah trend naik bisa dikatakan valid apabila minimal menghubungkan 2 titik terendah atau lembah. Dan sebuah trendline pada sebuah trend turun bisa dikatakan valid apabila menghubungkan minimal 2 titik tertinggi atau bukit. Garis trendline yang kita buat tadi akan semakin bagus apabila mampu menghubungkan banyak titik dalam satu garis trend line yang miring.
Namun seringkali sebuah trendline harus di revisi ulang atau digambar ulang, meskipun pada awalnya sudah kelihatan benar untuk menyesuaikan perlambatan atau akselerasi pada trend yang sedang berlangsung. Sebagai panduan, sebuah trendline yang terlalu curam menandakan sebuah trend yang terlalu cepat terjadi, sehingga terlalu kurang logis dan susah dipercaya. Sebaliknya apabila garis trend line yang kita buat terlalu landai menandakan trend yang sedang berlangsung terlalu lambat atau terjadi trend yang ragu – ragu. Garis trend line yang yang baik dan sesuai standart adalah yang mempunyai kemiringan 45 derajat untuk trend naik atau 135 derajat pada sebuah trend turun dan tentu saja mampu menghubungkan lebih dari 2 titik semakin banyak semakin bagus.
Seorang trader teknikal bisa menggunakan berbagai garis trend pada sebuah chart yang sama dalam sebuah time frame yang dipilih. Hal ini wajar saja dalam memetakan sebuah trend yang terjadi, sehingga bisa jadi dalam sebuah tren kita mempunyai acuan support dan resistance yang lebih dari 4 atau 5 titik. Namun walaupun dalam satu time frame kita bisa menggambar dengan banyak trendline , apabila garis yang kita buat tadi bisa dibreak out maka kita harus membuat ulang garis trend line tadi.

Gambar pemakaian dua trend line dalam satu chart

Share this Post

Tinggalkan Balasan