ganifx/ Juni 21, 2017/ candlestick/ 0 comments

Salah satu pola candlestick yang sering muncul di market dan bisa kita jadikan sebagai sebuah strategi adalah Inside Bar. Inside Bar di sini dapat diartikan bahwa ada dua buah candlestick yang mana candlestick kedua high lownya berada di dalamrange candlestick sebelumnya. Pada kasus ini kita tidak memandang warna atau sifat candlestick tersebut, bisa saja candlestick Bullish – Bearish , Bullish – Bullish , Bearish Bulllish, atau Bearish – Bearish .
Pola inside bar ni sekilas hampir mirip dengan pola Harami, kalau pada harami body candlestick harus berada di tengah candle sebelumnya maka pada Inside bar ini kita hanya memperhatikan high – low candlestick kedua yang berada di antara candlestick pertama. Kalau pada pola Harami merupakan pola reversal, dari sebuah trend naik menjadi turun atau sebaliknya. Maka pada inside bar ini kita akan menunggu candlestick yang mampu ditutup di atas atau di bawah high low candlestick kedua kemudian mengikuti arahnya. Misalnya kalau ada candlestick bullish yang mampu ditutup di atas candlestick kedua maka kita akan mengambil posisi buy, namun apabila ada candlestick bearish yang mampu ditutup di bawah candlestick kedua maka kita akan mengambil posisi sell. Sebagai acuan sebaiknya menggunakan time frame yang agak besar seperti time frame harian kemudian entri bisa menggunakan time frame H1 agar bisa lebih detail. Pola inside bar ini juga dapat diartikan sebagai momentum jeda atau taking profit, bisa jadi setelah pola ini muncul maka akan berlanjut pada dominasi trend sebelumnya.

 

Gambar contoh pola inside bar di market

Tinggalkan Balasan