ganifx/ Oktober 11, 2017/ money managemne/ 0 comments

Advertisements

Metode penempatan stop loss selanjutnya adalah berdasarkan grafik atau pola yang terbentuk. Cara ini biasanya banyak dilakukan oleh para trader teknikal di mana setiap melakukan transaksi selalu berdasarkan pattern atau pola yang terbentuk. Nah, penempatan stop loss dengan melihat pola grafik ini sebenarnya cukup bagus karena kita sudah mempunyai acuan yang jelas di mana kita akan menempatkan stop loss setiap transaksi. Misalkan saja kita membuka posisi sell , maka sudah pasti posisi stop loss kita akan kita tempatkan di resistance terdekat dari open posisi kita tadi. atau sebaliknya misalkan saja kita membuka posisi buy atau beli maka stop loss akan kita tempatkan di titik support terdekat dari open posisi kita. Karena penggunaan atau penempatan stop loss ini berdasarkan grafik, maka bis jadi jarak antara open posisi dengan stop loss tiap oreder akan berbeda – beda juga. Hal ini sangat wajar saja karena setiap pola mempunyai titik support dan resistance yang berbeda jaraknya. Kita akan menjumpai titik suport yang berbeda antara pola flag dengan pola rectangle. Begitu juga dengan pola lainnya. Untuk itulah karena jarak stop loss berbeda – beda jaraknya, maka penggunaan besaran lot menjadi sangat penting di sini. Untuk jarak stop loss yang panjang atau jauh sebaiknya kita menggunakan lot yang sedikit kecil ataupun lebih terukur dengan alasan misalkan nanti stop loss kita kenapun kerugian yang akan kita terima tidak akan terlalu besar. dan untuk jarak stop loss dengan open posisi yang agak sempit bisa kita gunakan lot yang agak besar namun masih dengan trading plan terutama penggunaan money management yang sehat rasio risk dan reward yang sehat juga.

Gambar penempatan stop loss berdasarkan level support

Share this Post

Tinggalkan Balasan