ganifx/ Juni 16, 2017/ korelasi/ 0 comments

Advertisements

Dalam dunia trading forex kita disediakan bermacam – macam pilihan mata uang baik mayor maupun pair cross. Pair mayor di sini maksudnya adalah pair utama dari negara – negara besar seperti Jepang, Amerika, Australia , Canada dll. Namun banyak juga dalam perdagangan kita bertransaksi pada mata uang crossing atau bukan mata uang utama. Dalam kesempatan ini kita akan mempelajari pair crossing. Pair crossing memberikan petunjuk tentang kekuatan relatif dari masing – masing mata uang. Sebagai contoh sederhana misalkan kita melihat ada sinyal beli untuk mata uang EUR USD dan GBP USD tetapi kita hanya bisa mengambil satu open posisi saja, dalam kasus seperti ini tentu kita akan menghadapi kebingungan. Kita tidak bisa mengira tanpa alasan yang jelas , kalaupun kita mengambil keputusan tanpa dasar yang jelas hasilnya juga tidak akan maksimal. Untuk menemukan jawaban yang tepat pada kasus di atas kita harus melihat mata uang EUR GBP sebagai kompasnya.
Misalkan trend EUR GBP saat itu adalah naik, maka kalau kita akan mengambil posisi beli sebaiknya membuka open buy pada mata uang EUR USD, karena EUR USD mengindikasikan lebih kuat dari GBP USD. Ini adalah salah satu contoh saja hubungan korelasi antar mata uang. Di lain sisi kita juga bisa melakukan aksi jual dan beli pada crossing pair berdasarkan mata uang major. Sebagai contoh, misalkan saat ini EUR USD sedang trend bullish yang kuat, dan pada saat bersamaan USD JPY hanya sideways trendnya, maka kita bisa membuka open buy pada mata uang EUR JPY. Dari pengertian sederhana ini kedepannya kita akan bisa membuat analisa dan strategi open posisi secara cepat terutama open posisi di crossing pair.

Gambar contoh korelasi mata uang utama dan crossing pair.

Share this Post

Tinggalkan Balasan