ganifx/ Oktober 9, 2017/ Forex Dasar/ 0 comments

Advertisements

Fasilitas order tidak langsung selanjutnya yang akan kita bahas adalah buy stop. Dalam contoh sederhana dalam kehidupan nyata mungkin bisa dianalogikan sebagai berikut. Misalkan saja kita seorang petani yang mempunyai banyak beras. Sebenarnya kita ingin menjual semua beras yang kita miliki di pasar, namun harga saat ini masih terlalu rendah menurut pengamatan dan pengalaman kita. Misalkan saja harga beras sekarang Rp. 8000 / kilogram. Kita masih punya rencana menjual semua beras kita namun apabila harga beras menyentuh Rp. 9000 / kilogram. Lalu kita bilang pada pedagangnya bahwa kalau harga beras sampai naik ke Rp. 9.000 kita akan menjual beras kita, dan apabila ternyata harga beras benar – benar naik ke Rp. 9.000 maka beras kita akan terjual secara otomatis. Kalau di market dari keadaan tadi dapat kita artikan bahwa sekarang harga kita yakini akan mampu bergerak naik secara tajam apabila mampu melewati titik tertentu. Sehingga kita menempatkan pending order di titik tersebut dengan harapan setelah menyentuh titik tersebut maka harga benar – benar naik tajam. Secara sederhana dapat dicontohkan di market sebagai berikut misalkan saja harga Eur usd sekarang berada di titik 1.3200, dan titik resistnace terdekat berada di 1.3250. Kita berasumsi apabila resistance tersebut bisa ditembus maka harga Eur Usd akan bergerak naik terus. Maka kita akan menempatkan pending order buy stop di titik 1.3250 dengan target profit bisa dengan melihat resistance sebelumnya atau bisa dengan rasio stop loss yang kita mampu terima. Pada saat harga benar – benar naik menyentuh titik 1.3250 maka otomatis pending order kita akan tereksekusi dan aktif. Namun apabila ternyata harga tidak mampu naik menyentuh titik 1.3250 maka pending order kita tidak akan aktif atau tereksekusi.

Gambar contoh pending order buy stop

Share this Post

Tinggalkan Balasan