ganifx/ Oktober 7, 2017/ Forex Dasar/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita membahas pengertian pending order buy limit, sekarang kita akan membahas pending order sell limit. Secara sederhana pending order sell limit ini kebalikan dari buy limit. Dalam perdagangan di dunia offline dapat dicontohkan misalnya dalam jual beli emas. Misalkan saja anda mempunyai emas perhiasan , sedangkan harga emas tiap gram di pasaran seharga Rp. 400.000 / gram. Sebenarnya kita akan menjual emas yang kita miliki namun kita merasa bahwa harga sekarang masih terlalu rendah, kita berfikir bahwa seharusnya harga emas bisa lebih tinggi dari harga sekarang. Selanjutnya kita bilang kepada pedagang / toko emas bahwa kita akan menjual emas yang kita miliki apabila harga suatu saat mencapai Rp. 500.000 per gramnya. Dan apabila suatu saat harga emas benar – benar naik menuju harga Rp. 500.000 maka emas kita akan dijual secara otomatis karena telah terjadi kesepakatan di awal tadi. Dalam kejadian di market dapat kita artikan bahwa pending order sell limit dapat dilakukan pada sebuah kondisi di atas harga running sekarang. Dengan analisa pending order sell limit ini kita berharap harga naik terlebih dahulu ketitik tertentu kemudian barulah kita berharap harga akan turun ke bawah. Penentuan di mana kita meletakkan sell limit ini bisa kita lakukan dengan menentukan resistance terdekat dari running harga sekarang. Atau bisa dengan menggunakan area supply terdekat. Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan bantuan fibonacci untuk menempatkan order sell limit kita. Tentu saja setiap pending order bisa tereksekusi bisa juga tidak tergantung apakah harga bisa naik menyentuh posisi pending order kita atau bahkan malah turun tanpa menyentuh sell limit kita.

Gambar contoh penempatan sell limit

Share this Post

Tinggalkan Balasan