ganifx/ Juni 1, 2017/ indikator/ 0 comments

Advertisements

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas dan mempelajari indikator Bollinger Bands.
Indikator Bollinger Bands ini pertama kali diciptakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980. Indikator ini diciptakan untuk membantu membandingkan volatilitas dan harga relatif dalam satu periode tertentu.
Indikator Bollinger Bands ini masuk dalam kategori trend, artinya indikator ini digunakan untuk mengukur terjadinya trend. Bolliger Bands dalam penampakannnya terdiri dari 3 buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga.
Secara spesifik indikator Bollinger Bands mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Terdiri dari 3 buah garis, yaitu garis atas, garis bawah dan garis tengah.
2. Garis atas mengindikasikan harga sudah tinggi.
4. Garis bawah mengindikasikan harga sudah rendah.
5. Garis tengah mengindikasikan harga akan menuju ke atas atau ke bawah.

Cara menganilisa dengan Bollinger Bands :
1. Pilihlah Time Frame yang biasa dipakai
2. Tetapkan target profit dan dan resiko
3. Jika menyentuh garis batas atas, lakukan sell / jual.
4. Jika menyentuh garis batas bawah , lakukan buy / beli.

Keunggulan dan kekurangan Bollinger Bands :
1. Dapat mendeteksi berakhirnya sebuah trend
2. Dapat mendeteksi terjadinya side ways.
3. Dapat mendeteksi overbought dan oversold
Sementara kekurangan Bollinger Bands adalah harga dapat menembus batas atas dan batas bawah,sehingga tidak selamanya garis atas atau bawah adalah batasan tertinggi atau terendah . Untuk mengoptimalkan analisa dengan indikator Bollinger Bands ini memang sebaiknya
di kombinasi dengan indikator lainnya, atau untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan analisa karena false sinyal yang dihasilkan indikator Bolinger Bands ini.

Gambar penampakan indikator Bollinger Bands di metatrader

Share this Post

Tinggalkan Balasan