ganifx/ Juni 1, 2017/ indikator/ 0 comments

Advertisements

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu indikator paling tua dan paling banyak digunakan oleh para treder teknikal yaitu indikator Moving Average atau MA. Indikator Moving Average adalah indikator perhitungan harga rata – rata dari suatu mata uang pada suatu waktu tertentu. Ketika menghitung satu Moving Average, kita harus menetapkan rentang waktu untuk menghitung harga rata – rata, sebagai contoh harga rata – rata 20 hari, 50 hari atau 100 hari.

Indikator Moving Average termasuk dalam kategori indikator trend sehingga fungsinya untuk menentukan trend yang sedang terjadi. Selain itu dapat juga digunakan untuk menentukan support dan resistance serta penguat atau filter bagi indikator lainnya. Secara sederhana pembacaan indikator ini adalah, apabila harga berada di atas Moving average maka trend Bullish dan apabilla harga berada di bawah Moving Average maka trend Bearsh.

Moving Average sendiri mempunyai tiga varian yang berbeda yaitu :
1. Simple Moving Average
2. Weighted Moving Average ,
3. Exponential Moving Average

Simple Moving Average dihitung dengan cara menambahkan harga yang akan dihitung kemudian dibagi dengan periode lama waktunya. Harga yang dihitung biasanya adalah harga close , tapi bisa juga harga high , low atau rata – rata ketiganya.

Dalam penggunaannya banyak sekali trader menggunakan angka rata rata yang dipakai, kebanyakan setingan yang dipakai adalah harga rata -rata atau periode 20, 50 dan 200 hari.
Angka 20 mewakili trend 20 hari atau trend jangka pendek, angka 50 mewakili trend jangka menengah dan angka 200 mewakili trend jangka panjang. Dalam penggunaannya Moving average ini bisa dikombinasikan dengan indikator lainnya seperti RSI , atau indikator lainnya untuk mendapatkan akurasi yang lebih tinggi.

Gambar penampakan indikator Moving Average di metatrader.

Share this Post

Tinggalkan Balasan