ganifx/ Juni 1, 2017/ indikator/ 0 comments

Advertisements

Indikator selanjutnya yang akan kita bahas adalah RSI atau singkatan dari Relative Strenght Index .Indikator RSI ini banyak digunakan para trader untuk menentukan kapan terjadinya overbought dan oversold di market. Indikator ini pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978.
Nilai dari indikator RSI ini berada pada kisaran 0 sampai 100, itulah sebabnya mengapa indikator ini digolongkan dalam indikator oscillator. Indikator RSI itu sendiri adalah indikator yang membandingkan momentum harga yakni antara nilai pada saat ini terhadap daya tarik losses yang terjadi. Cara mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold menutut RSI sangatlah sederhana.

Aturan umum yang berlaku adalah kondisi ovebought diperoleh apabila RSI memotong garis 70 dan kondisi oversold apabila RSI memotong garis 30. Namun dalam prakteknya tidaklah selamanya demikian, banyak juga yang merekomendasikan angka antara 20 – 80 bahkan ada yang menyarankan 60 – 40 tergantung mata uang yang dipilih. Hal ini tentu saja membutuhkan tral error dan waktu yang tidak sedikit untuk mengamatinya. Indikator RSI akan semakin akurat apabila digunakan pada pasar yang stabil, dan sampai saat ini pasar forex merupakan salah satu
yang paling stabil, sehingga indikator ini banyak digunakan oleh para trader . Dan batasan angka 70 – 30 adalah angka yang paling sering dipakai oleh para trader forex.
Cara menggunakan RSI :
1. Pilih mata uang yang akan ditradingkan.
2. Pilih RSI pada indikator , biasanya setingan standart 14.
3. Menentukan batas atas dan batas bawah
4. Jika harga memasuki area 70 ke atas maka indikasi harga akan turun.
5. Jika harga memasuki area 30 ke bawah maka indikasi harga akan naik.

Keterangan di atas adalah penjelasan singkat dari indikator RSI , namun dalam kenyataannya banyak trader yang menggabungkan indikator ini dengan indikator yang lain untuk mendapatkan akurasi yang tinggi.

Share this Post

Tinggalkan Balasan