ganifx/ Juni 1, 2017/ indikator/ 0 comments

Advertisements

Salah satu indikator lainnya yang menunjukkan harga sudah over bought dan over sold adalah indikator Stochastic. Sehingga indikator stochastic ini masuk dalam kategori oscillator. Indikator ini sangat familiar untuk menentukan kapan kita akan melepas posisi jual dan berganti dengan posisi beli ataupun juga sebaliknya. Pada dasarnya indikator Stochastic ini hampir mirip dengan RSI seperti yang telah kita bahas sebelumnya.

Pada indikator Stochastic inipun ada level – level yang menunjukkan kondisi di mana dirasa sudah over bought maupun over sold. Kalau pada RSI dikenal level 80 – 20 atau 70 – 30 maka pada indikator Stochastic ini juga ada level 80 – 20 yang paling sering digunakan. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa apabila harga menyentuh atau berada di kisaran 80 maka dapat dikatakan market sudah over bought dan apabila harga berada pada kisaran 20 maka dapat dikatakan market sudah dalam posisi over sold.

Dalam penampakannya kita dapat melihat dua garis yang dapat bersilangan satu sama lain, hal ini dapat pula diartikan sebagai sinyal harga akan cenderung bergerak ke arah mana, sebagai contoh, setelah harga berada di kisaran 20 dan terjadi persilangan garis ke atas bisa jadi menunjukkan harga akan segera naik ke atas begitu juga sebaliknya.
Dalam penggunaannya indikator Stochastic ini juga dapat berfungsi untuk menentukan keadaan convergence dan divergence seperti pada indikator MACD. Cara yang digunakan dalam mendeksi kejadian tadi adalah dengan menggabungkan ujung lembah atau bukit yang terjadi di market dengan membandingkannya dengan yang terjadi di indikator stochastic. Indikator ini berfungsi sebagi filter sebuah trend dan akan semakin bagus apabila digabungkan dengan indikator lainnya
seperti Moving average atau Fibonacci.

Gambar penampakan indikator Stochastic di metatrader

Share this Post

Tinggalkan Balasan