ganifx/ Juni 7, 2017/ Support and Resistance/ 0 comments

Advertisements

Setelah kita membahas pengertian dasar support dan resistance maka sekarang kita akan membahas sampai kapan sebuah support atau resistance bisa dikatakan masih valid atau menjadi support / resistance mayor.

Ada 2 hal yang harus diingat seputar support dan resistance :
Pada pergerakan harga bergerak (naik) melewati resistance, resistance itu biasanya akan berubah menjadi support.
Demikian juga sebaliknya, sewaktu pergerakan harga bergerak (turun) melewati support, support tersebut akan berubah menjadi resisitance.
Semakin sering harga bergerak (naik) dan menguji suatu resistance tetapi tidak berhasil menembusnya, berarti semakin kuat kecenderungan harga akan swing/berayun pada area support dan resistance.

Level-level baru support dan resistance :
Jika level support / resistance berhasil tertembus, maka level tersebut akan menjadi level kebalikan dari sebelumnya. Maksudnya jika suatu garis support tertembus oleh harga, maka garis tersebut akan berubah menjadi garis resistance. Dalam kasus seperti di atas sering kali kita mendengar istilah SBR ( Support Became Resistance ) dan RBS ( Resistance Became Support ).

Yang perlu kita tekankan adalah, Kapan sebuah garis support / resistance tersebut bisa dinyatakan tertembus atau valid ? Jika level support atau resistance itu valid tertembus adalah dengan cara mengetahui bila harga penutupan 1 candle terakhir berada dibawah / diatas level support / resistance.
Level support valid tertembus jika harga penutupan terakhir/penutupan saat ini berada di bawah level support. Sedangkan level resistance valid jika harga penutupan terakhir/penutupan saat ini berada di atas level resistance. Kejadian seperti ini juga sering dinamakan Break Out.

Gambar support yang berubah menjadi resistance.

Gambar resistance yang berubah menjadi support.

 

Share this Post

Tinggalkan Balasan