ganifx/ Juni 21, 2017/ Supply and demand/ 0 comments

Advertisements

Secara sederhana pergerakan supply dan demand sama halnya seperti pergerakan pada pasar offline lainnya, di mana pelaku pasar di sini adalah manusia yang mempunyai psikologis hanya akan mau membeli pada saat harga murah dan menjual pada saat harga tinggi. Namun ada kalanya pelaku pasar melakukan negoisasi harga yang ideal , di mana kalau dalam market ditunjukkan dengan candlestick yang kecil dan berlangsung lama. Lebih jelasnya mungkin bisa di ilustrasikan pada gambar berikut ini. Area A menunjukkan level harga dimana terjadi keseimbangan relatif atau ekuilibrium antara supply dan demand. Setiap orang yang ingin jual dan beli dilevel harga tersebut masih dalam batas – batas keseimbangan, dan hargapun relatif stabil. Pada closing candlestick B hubungan supply dan demand telah bergeser dan tidak lagi seimbang. Sekarang kita tahu lebih banyak demand pada level harga A dibandingkan dengan supply yang tersedia. Dari mana kita tahu kalau ini benar adanya? satu satunya yang menyebabkan harga naik seperti yang dicontohkan adalah dalah karena pergeseran hubungan supply / demand. pada closing candle B. Kita juga dapat simpulkan bahwa ada buyer -buyer yang bersedia beli di level A tersebut namun tertingga lkarena harga sudah bergerak naik. Area A ini selanjutnya dapat kita sebut sebagai area demand ( support ) area. Label C menunjukkan adanya penurunan harga yang kembali ke level demand ini. Dan disinilah kita mendapat peluang low risk high reward trade karena harga kembali ke area yang sebelumnya telah menunjukkan dominasi buyer. pada kesempatan berikutnya kita dapat mengidentifikasi resistance dengan cara membalik logika contoh atas tersebut.

Gambar ilustrasi pergerakan supply demand di market

Share this Post

Tinggalkan Balasan