ganifx/ Mei 26, 2017/ candlestick/ 0 comments

Advertisements

Pada kesempatan ini , kita akan membahas pola pembalikan arah atau reversal dengan hanya satu pola candlestick saja. Salah satu pola yang sangat familiar adalah Hammer, dinamakan hammer karena memang betuknya menyerupai palu,dan biasanya berada diakhir sebuah tren turun.
Sebelumnya kita telah sedikit membahas candlestick Pin Bar, sebenarnya istilah Pin Bar itu
sendiri berasal dari kata Pinokio bar, seperti kita ketahui bersama tentang cerita Pinokio yang
sangat legendaris di mana saat dia berbohong maka hidungnya akan makin panjang. kalau kita aplikasikan dalam dunia trading di mana hidung kita samakan dengan ekor dari candlestick maka dapat diartikan bahwa apabila ada candlestick dengan ekor yang sangat panjang, berarti kita tinggal mengamati di mana letak ekornya, kalau ekornya berada di atas berarti harga akan bergerak turun, begitu juga sebaliknya kalau ekornya berada di bawah berarti harga akan bergerak ke atas.

Pola hammer terbentuk dengan formasi nilai harga penutupanya berada diatas nilai harga
pembukaannya atau jauh diatas dari harga terendahnya yang membentuk ekor.
Biasanya terdapat ekor yang panjang dibawah body dari candlenya dan ukuran panjang
ekornya rata-rata 2 kali lebih panjang dari body candle, semakin panjang ekornya semakin baik.
Pola hammer biasanya terbentuk di dasar pergerakan down trend yang sedang terjadi.
Pola ini mencerminkan semakin berkurangnya kekuatan dari trader penjual yang hendak
menekan harga pasar, sementara para trader pembeli berbalik mendorong nilai harga ke atas
hingga akhirnya nilai harganya di tutup di atas dari nilai harga pembukaannya atau jauh diatas
nilai harga terendahnya.
Pola ini memeberikan sinyal pembalikan arah trend yang kuat (reversal).

Share this Post

Tinggalkan Balasan