ganifx/ Juni 21, 2017/ Strategy/ 0 comments

Advertisements

Sebagai contoh awal , kita akan membangun sebuah sistem yang cocok untuk orang yang sibuk, yang tidak banyak waktu di depan komputer atau memantau pergerakan harga. Biasanya trader swing ini menggunakan patokan minimal time frame harian bahkan mingguan dalam melakukan transaksi. Pada bagian sebelumnya sudah banyak di bahas mengenai indikator, pola candlestick, support resistance, dan chart patterns. Tentu tiap orang mempunyai kenyamanan masing – masing dengan bagian yang kita sebutkan tadi, ada yang nyaman dengan menggunakan indikator atau ada juga yang hanya menggunakan candlestick sebagi acuannya. Sebagai contoh awal kita membangun sistem trading longterm, maka kita akan membuat dulu kriterianya.
1. kita akan melakukan pengecekan pola candlestick pada time frame Mingguan sebagai acuan awal analisa kita, hal ini kita lakukan sebagai kompas kita dalam seminggu kedepannya.
2. Setelah mengecek dan mendapatkan acuan berdasarkan trend minggu ini, maka selanjutnya kita akan melakukan analisa pada harian yang sesuai dengan trend mingguan.
3. Kita akan menggunakan open posisi berdasarkan fibonacci dan kombinasi indikator moving average sebagai titik entri.
4. Penentuan stop loss dan target profit berdasarkan support resistance atau level fibonacci.
5. Margin yang kita gunakan adalah 3 – 5% dari modal kita setiap melakukan open posisi karena sistem yang kita buat adalah swing yang artinya akan banyak gerakan naik turun harga yang cukup panjang.
6. Setelah melakukan analisa , biasanya sistem ini set and forget artinya setelah semua open posisi baik instan maupun pending order ditempatkan kita hanya akan menengok atau mengecek posisi kita secara berkala saja. Contoh di atas adalah sebagian kecil rule dari sistem trading untuk trader swing atau trader tipe longterm yang sabar.

Gambar contoh trading longterm

Share this Post

Tinggalkan Balasan