ganifx/ Juni 7, 2017/ Strategy/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita membuat strategi konservatif, artinya kita menunggu terjadinya pullback atau retest sesaat setelah terjadinya break out, maka sekarang kita akan membuat strategi yang bersifat agresif yaitu melakukan eksekusi langsung sesaat setelah terjadinya break out baik di support atau break out resistance. Pada contoh kali ini kita akan menerapkan strategi buy on break out terlebih dahulu. Kali ini kita akan melihat contoh pada mata uang EUR USD pada time frame H1. Seperti kita pelajari sebelumnya bahwa salah satu syarat terjadinya true break out adalah adanya candlestick yang mampu ditutup di atas resistance atau ada candlestick yang mampu ditutup di bawah support.

Untuk set up buy, berarti kita harus mencari candlestick yang mampu ditutup di atas resistance. Pada gambar di atas dijelaskan bahwa setelah harga menyentuh level 1.1205 harga kemudian turun menuju level 1.1163, sehingga level 1.1205 bisa dikatakan level resistannya.
Kemudian harga bergerak menembus titik resistance ini hal ini dapat dilihat dari candlestick yang mampu menembus dan ditutup di angka 1.1212. Setelah candlestick ini close , maka kita akan membuka open posisi buy dengan menempatkan batas kerugian di garis horizontal bawah atau di angka 1.1163 dengan target profit di resistance selanjutnya yaitu di 1.1267.

Pada contoh di atas dapat dilihat ternyata harga sempat naik dan turun lagi untuk melakukan retest pada titik yang terbreak out sebelum melanjutkan trend naik sesuai analisa kita. Pada kasus ini target profit kita tercapai, yang artinya juga telah terjadi true break out.

Share this Post

Tinggalkan Balasan