ganifx/ Juni 10, 2017/ Strategy/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita belajar cara membuat garis trend line baik pada trend naik maupun turun, sekarang kita akan mencoba mengaplikasikan di market. Sebagai contoh awal kita akan mencoba menggabungkan sebuah trend naik dengan trend line sebagai acuan open posisi kita. Sedikit mengulangi, bahwa trend line pada sebuah trend naik berada di bawah dan ini berfungsi sebagai support, sehingga kita kedepannya akan memanfaatkan momentum sewaktu harga menyentuh trend line ini untuk open posisi buy. Sebagai rencana awal, kita akan buy dengan target profit minimal di resistance sebelumnya atau Higher High sebelumnya dengan batas kerugian maksimal 1 : 1 dari ratio profit tadi. Pada contoh kali ini kita akan mencoba menerapkan strategi tadi di pair NZD USD time frame H4.


Pada contoh gambar di atas kita dapat melihat bahwa garis trend line yang kita buat menguhubungkan lebih dari dua titik sehingga bisa dikatakan trend line yang kita buat adalah valid, dan kita akan mengambil posisi buy sewaktu harga menyentuh garis trend line tadi untuk yang ketiga kalinya.
Strategi open buy dengan menggunakan trend line adalah sebagai berikut :
1. Kita menempatkan open buy pada harga 0.7137 , sesaat setelah candlestick menyentuh garis trend line ketiga kalinya, pada momen ini juga terlihat pola hammer, yang juga merupakan sinyal buy, sehingga pada momen ini ada dua konfirmasi yang mendukung analisa kita.
2. Penempatan batas kerugian bisa kita tempatkan di harga 0.7070 atau support sebelumnya yang merupakan higher lownya.
3. Penempatan target profit pada titik 0.7222 yang merupakan titik resistance sebelumnya atau titik higher High sebelumnya.
4. Gunakan money management yang sehat.
Pada contoh kejadian ini target kita terpenuhi, dan yang menjadi point penting disini kalau bisa ada konfirmasi yang mendukung kita mengambil posisi buy, selain hanya dengan menggunakan tren line dan pada kasus ini pola candlestick yang mendukung analisa kita.

Share this Post

Tinggalkan Balasan