ganifx/ Juni 21, 2017/ Supply and demand/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita memberikan contoh open posisi pada area supply maka sekarang kita akan memberikan contoh cara entry pada area demand. Kita akan meberikan contoh cara entry pada area demand pada mata uang EUR USD time frame H1. Secara singkat dapat kita lihat bahwa sebelumnya ada area demand pada bagian chart sebelah kiri yang merupakan support , hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya candlestick yang berjajar dengan body yang kecil. pada momen ini kita akan membuat sebuag arsiran yang merupakan pertanda bahwa zona tersebut adalah area demand, kemudian kita garis ke kanan dan selanjutnya area ini akan menjadi level penting dalam kita mengambil open posisi.
1. Setelah beberapa waktu semenjak kita menentukan area demand, harga naik dan membuat candlestick kecil yang bejajar yang banyak , selanjutnya area ini disebut dengan area supply atau resistance seperti pada arsiran yang atas.
2. Kemudian harga turun menuju area demand lagi, dan sesuai rule entri kita, kita akan melakukan open buy apabila ada candlestick yang sifatnya bearish, mendekati area demand namun kemudian diikuti candlestick bullish.
3. Dari gambar dapat kita lihat bahwa, ada candlestick bearish yang menyentuh area demand lalu diikuti candlestick bullish maka kita open buy di titik 1.0506.
4. Stop loss kita tempatkan di ujung area demand atau titik terendah support yaitu dititik 1.0494.
5. Target profit kita tempatkan di resistance sebelumnya yaitu 1.0569 atau di area demand sebelumnya yaitu di sekitar 1.0620.

Dari gambar di atas juga dapat kita lihat bahwa sesaat setelah harga menyentuh level demand maka terjadi penolakan atau harga berbalik arah,dimana harga tidak mampu menembusnya dan dari sini sebenarnya kita juga dapat melakukan open posisi buy sesuai dengan rule yang sama dengan contoh open pertama di atas apabila harga kembali menuju area demand yang kita buat tadi.

Share this Post

Tinggalkan Balasan