ganifx/ Juni 21, 2017/ elliot wave/ 0 comments

Advertisements

Sekarang kita akan mecoba membuat starategi entry dengan memanfaatkan wave, pada contoh kali ini kita akan membuka mata uang EUR USD pada time frame D1. Secara singkat gambar di bawah ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Awalnya trend yang terjadi adalah trend naik dimana harga selalu berhasil membuat higher high baru, hal ini dapat kita lihat pada sisi kiri chart di mana dengan bantuan indikator zig zag dapat dengan jelas kita melihat puncak – puncaknya.
2. Titik A , C , E adalah higher high pada sebuah trend naik, sedangkan titik B , D adalah higher low ( supportnya ).
3. Setelah terjadinya higher high pada titik E, harga terjadi koreksi turun namun berhasil membreakout support sebelumnya atau higher low ( D ), sehingga dapat dikatakan bahwa titik F ini adalah lower low yang baru.
4. Setelah berhasil membuat lower low maka harga naik, sesuai teori wave maka naiknya ini tidak akan melebihi higher high ( E ) sebelumnya.
5. Kita amati ternyata harga memang tidak bisa membuat higher high baru lagi, di sini ada pola Bearish engulfing, yang merupakan sinyal turun, dan diperkuat dengan munculnya garis zig zag yang artinya titik G adalah lower highnya.
6. Kita entri sell pada titik 1.1315 atau sesaat setelah candlestik bearish close.
7. Stop loss kita tempatkan pada higher high sebelumnya atau diresistance yaitu di 1.1616.
8. Target profit disini bisa kita tematkan pada support sebelumnya atau dengan ratio profit : loss ( 2 : 1 ) atau minimal ( 1 : 1 ).

Karena kita menggunakan time frame harian maka pengaturan money management menjadi sangat penting. Gunakan maksimal 2% dari equity kita untuk setiap open posisi.

Share this Post

Tinggalkan Balasan