ganifx/ Juni 21, 2017/ Strategy/ 0 comments

Advertisements

Setelah sebelumnya kita memberikan contoh open posisi dengan menggunakan arah di time frame mingguan sebagai acuan penentuan trend, maka sekarang kita akan memberikan contoh sistem trading longterm dengan memanfaatkan sinyal yang muncul pada time frame harian. Pada contoh berikut ini kita akan menggunakan indikator sebagai alat bantu. Indikator yang kita pakai adalah Bollingers bands sebagai penentu trend dan MACD sebagai filter trend yang sedang berlangsung. Kita akan open posisi apabila sinyal yang dihasilkan dari kedua indikator ini searah atau sama. Pada contoh di bawah ini kita mencontohkan pada mata uang USD CAD .
1. Dari gambar di bawah dapat kita lihat bahwa trend sebelumnya adalah naik dan berubah menjadi turun.
2. Jika kita melihat indikator Bollinger Bands maka candlestick yang mampu ditutup di bawah garis median atau garis tengah Bollinger Bands yang merupakan sinyal sell dari indikator ini.
3. Pada indikator MACD garis histogram berada di bawah level 0 yang artinya trend yang sedang berlangsung adalah trend turun.
4. Dari dua keadaan tersebut maka kita akan mengambil posisi sell pada titik 1.3603 sesaat setelah candlestick close di bawah garis tengah Bollinger Bands
5. Stop loss kita tempatkan diresistance sebelumnya yaitu di 1.3794 atau berhimpitan dengan garis atas Bollinger Bands.
6. Target profit kita tempatkan di titik 1.3223 atau dengan ratio risk dan reward , misalkan ratio loss kita 100 pips maka target profit kita juga 100 pips.

Karena set up yang kita pakai untuk open posisi tersebut adalah longterm , maka mungkin target kita akan tercapai dalam beberapa hari. Dalam strategi ini margin yang digunakan sebaiknya tidak boleh melebihi 5% dari modal kita. Dan batas maksimal kerugian yang bisa kita terima sekitar 2 % dari equity.

Share this Post

Tinggalkan Balasan