ganifx/ September 14, 2017/ Strategy/ 0 comments

Advertisements

Kita masih akan memberikan contoh open posisi dengan menggunakan strategi pola 21 pada sebuah trend naik yang berubah menjadi turun. Untuk contoh kali ini kita masih akan menggunakan Time ftame H4 sebagai contoh penggunaan pola 21 sebagai sinyal entry. Dan sebagai contoh selanjutnya kita akan menganalisa pada sebuah mata uang USD JPY pada TF H4.
1. Pola 21 nampak pada kotak biru dimana ada 3 buah candlestick, 2 bersifat bullsih dan satu bearish. Close candle ke 3
berada di bawah close candle pertama , sehingga pola 21 ini valid.
2. Kita akan melakukan entry sell setelah candlestick ke tiga close. Atau sekitar 109.45
3. Karena sifatnya bearish maka kita menarik fibo dengan sifat turun, yaitu dari atas ke bawah pada candlestick ke tiga.
4. Kita bisa melakukan entry sell pertama setelah pergantian candlestick, kemudian kita averaging dengan menempatkan sell limit
pada level 50% fibonacci sekitar harga 109. 60
5. Stop loss kita tempatkan di ujung open candle ketiga atau dilevel 100% fibonacci.
6. Target profit bisa kita tempatkan di level fibonacci 150% atau dengan melihat support sebelumnya.
7. Karena ini menggunakan averaging maka sebaiknya bijak dalam menentukan money management.

Pada contoh di atas harga sempat naik menyentuh pending order sell kedua atau pada 50% fibonacci, sebelum akhirnya turun. Untuk itulah perlunya mengatur money management yang baik dari setiap open transaksi kita. Sebenarnya bisa saja kita menggunakan single open posisi atau banyak open posisi sesuai level fibonacci yang terpenting money management masih sehat.

Share this Post

Tinggalkan Balasan